Welcome

free counters

Followers

Friday, October 2, 2009

Restore

Sistem restore data adalah suatu sistem yang berguna untuk mengembalikan suatu komputer ke suatu keadaan sebelumnya tanpa kehilangan data-data penting (seperti dokumen word,email dll) sesuai dengan restore point yang ditandai.

Dalam sistem restore terdapat sesuatu yang dikenal dengan restore point. Restore point adalah Representasi kondisi waktu data tertentu dari suatu komputer

Selain proses back-up, restore juga mutlak diperlukan pada suatu perusahaan. Tujuannya adalah agar jika terjadi suatu kesalahan, data yang lama masih dapat diperoleh kembali dengan cara me-restore-nya.

Jika file atau data pada disk mengalami kerusakan dan user telah melakukan backup, maka dapat dilakukan pengembalian file atau data tersebut ke asalnya, sehingga tidak perlu melakukan instalasi dan memasukkan data tersebut dari awal.

Cara melakukan restore data aslah sebagai berikut:

* Tekan tombol START pada start menu

* Klik All Programs

* Klik Accessories

* Klik System Tools

* Klik Backup

* Akan tampil wizard, kemudian tekan tombol Next.
* Pilih opsi restore files and setiings, kemudian tekan tombol Next.

* Cari tanggal dan lokasi media yang telah diback-up untuk di-restore kembali dengan memberi tanda check pada folder yang akan di-restore.

* Setelah itu tekan tombol Next dan Finish. Sistem akan melakukan proses restore. Jika file yang di-back-up dipindahkan ke sebuah media penyimpanan bergerak (removable disk) seperti CD, disket, dsb, maka jangan lupa untuk memasukkan media yang berisi file yang akan di-restore tersebut.

* Tekan tombol Report atau Close.


Continue reading...

Back Up Data

Prosedur Back-up

Prosedur back-up digunakan oleh perusahaan untuk mengantisipasi terjadinya perubahan yang terjadi pada storage. Caranya adalah dengan membuat salinan atau copy terhadap data dan informasi yang terdapat pada storage ke media tertentu. Media tersebut antara lain sebagai berikut:

* Hard Disk Eksternal

* Flash Disk

* CD / DVD

* Floppy Disk dll.


Proses yang terjadi pada saat back-up sistem jaringan adalah sebagai berikut:

* Memilih data yang akan di back-up

* Menghubungkan dengan media penyimpanan (strorage)

* Pemilihan media penyimpanan untuk back-up


Prosedur back-up baru yang dikembangkan dalam mengantisipasi perubahan yang terjadi pada storage ialah sebagai berikut:

* Melakukan perubahan address storage pada saat menyimpan

* Melakukan koneksi kembali pada storage yang telah berpindah tempat


Back-up dapat pula dilakukan secara online melalui jaringan. Jaringan yang mampu menangani proses tersebut antara lain adalah sebagai berikut:

Network Attached Storage

Network Attached Storage adalah suatu jaringan yang akan digunakan untuk membackup file-file yang sedang on-line, dimana jaringan tersebut diletakkan diantara server dan klien.

Storage Area Network

Storage Area Network adalah tipe jaringan dimana proses backup data dilakukan secara terpisah dari LAN. Tujuannya adalah agar kemampuan LAN tetap terjaga.


Selain Administrator atai group Administrator, group Server Operator atau group Backup Operators dapat juga menggunakan utiliti back-up ini.

Untuk melakukan back-up dapat menggunakan wizard atau tanpa wizard. Jika ingin melakukan back-up dengan wizard, ikuti langkah-langkah berikut ini:

* Tekan tombol START pada start menu

* Klik All Programs

* Klik Accessories

* Klik System Tools

* Klik Backup

* Akan tampil wizard, kemudian tekan tombol Next.

* Pilih opsi back-up files and setiings, kemudian tekan tombol Next.

* Pilih opsi Let me choose what to back up, kemudian tekan tombol Next.

* Cari lokasi file yang akan diback-up kemudian beri tanda check. Setelah itu tekan tombol Next.

* Tampil kotak isian untuk letak atau lokasi file hasil back-up, kemudian ketik

* nama file hasil back-up. File ini biasanya akan memiliki format .bkf.

* Setelah itu tekan tombol Save.

* Tekan tombol Next.

* Tekan tombol Finish.

Biarkan komputer melakukan back-up. Jika telah selesai, sistem back-up akan menampilkan informasi back-up. Tekan tombol report atau close.



Continue reading...

Penyimpanan data

Penyimpanan data

Keberadaan tempat penyimpanan (storage) pada sistem komputer sangat berguna dalam proses penanganan kesalahan sistem. Dengan adanya penyimpanan, terkadang dapat diketahui jenis kesalahan yang terjadi atau bagaimana cara menangani suatu kesalahan. Penyimpanan tersebut meliputi hal-hal sebagai berikut:

  • Penyimpanan dokumentasi tiap user
  • Penyimpanan data
  • Penyimpanan program
  • Penyimpanan komponen dari sistem

Dalam perawatan jaringan, perubahan atau pengembangan dapat terjadi pada penyimpanan. Perubahan tersebut antara lain adalah sebagai berikut:

  • Perubahan kapasitas dari storage tersebut
  • Perubahan letak dari storage tersebut
Sementara itu dampak dari perubahan storage terhadap jaringan antara lain adalah sebagai berikut:

  • Jaringan akan dimatikan dan down dalam beberapa saat
  • Alamat dari storage akan dikonfigurasi ulang (untuk perubahan letak storage)

Penyimpanan juga dapat dilakukan melalui jaringan berbasis IP. Salah satu keuntungan dari network storage berbasis IP adalah membuat pelanggan dapat memilih arsitektur penyimpanan baik tersebar (distributed), maupun terpusat (centralized).

Continue reading...

Thursday, October 1, 2009

Topologi Jaringan

Setelah kita mengetahui komponen untuk membangun sebuah jaringan, maka langkah selanjutnya adalah merancang jaringan sesuai yang kita perlukan. Apakah jaringan yang akan kita bangun akan berbentuk garis lurus (bus), bintang (star), lingkaran (ring), dan sebagainya. Hal tersebut dinamakan dengan topologi jaringan. Secara fisik, topologi jaringan dapat berupa topologi bus, ring, star ataupun campuran.


Topologi Bus

Jaringan dengan topologi ini disebut juga dengan linear bus karena dihubungkan hanya melalui satu kabel yang linier. Kabel yang umum digunakan adalah kabel koaksial. Pada awal dan akhir kabel digunakan terminator.

Contoh: Jaringan yang menggunakan kartu penghubung jaringan ethernet 10Base2

Topologi Star

Jaringan dengan teknologi ini berbentuk seperti bintang. Hubungan antar node diperantari dengan menggunakan hub atau concentrator. Tiap node dihubungkan dengan kabel ke hub.

Contoh: Jaringan yang memakai ethernet 10BaseT, membangun jaringan dengan menggunakan manageable switch.

Topologi Ring

Pada topologi ini setiap node saling berhubungan dengan node lainnya sehingga membentuk ring.

Topologi Tree

Topologi tree ini merupakan gabungan dari kombinasi tiga topologi yang ada. Beberapa pihak juga menyebut dengan topologi mesh.

Topologi Logik

Secara logik, jaringan dibedakan atas bagaimana data dilewatkan melalui jaringan. Ada dua buah topologi logik, yakni:

Bus

Sistem ini menggunakan metode broadcast ke jaringan untuk komunikasi data dari node ke node. Tiap node akan menerima broadcast ini dan akan diabaikan jika memang bukan tujuannya.

Ring

Sistem ini menggunakan metode token-passing dimana data yang dikirim akan berputar dari node ke node sampai node tujuan ditemukan.



Pemilihan Topologi

Pada saat pemilihan topologi jaringan, cukup banyak pertimbangan yang harus diambil tergantung pada kebutuhan.
Faktor-faktor yang perlu mendapatkan
pertimbangan antara lain adalah sebagai berikut:

  • Biaya, sistem apa yang paling efisien yang dibutuhkan organisasi.
  • Kecepatan, sejauh mana kecepatan yang dibutuhkan oleh sistem.
  • Lingkungan, mis: listrik, adakah faktor lingkungan yang berpengaruh.
  • Ukuran (skalabilitas), berapa besar ukuran jaringan. Apakah jaringan memerlukan file server atau sejumlah server khusus.
  • Konektivitas, apakah pemakai yang lain perlu mengakses jaringan dari berbagai lokasi.
Continue reading...

Kabel jaringan

Kabel jaringan yang biasanya digunakan untuk suatu jaringan antara lain adalah UTP (unshielded twisted pair), koaksial, dan serat optik. Sesuai dengan perkembangan Hub, penggunaan kabel UTP lebih sering dipilih. Hal ini dikarenakan harganya yang tidak mahal dan kemampuannya yang dapat diandalkan.


Twisted Pair Cable (UTP)

Ada dua buah jenis kabel UTP yakni shielded dan unshielded. Shielded adalah kabel yang memiliki selubung pembungkus. Sedangkan unshielded tidak memiliki selubung pembungkus. Untuk koneksinya digunakan konektor RJ11atau RJ-45. Kabel koaksial

Media ini paling banyak digunakan sebagai media LAN, meski lebih mahal dan lebih sukar dibanding dengan UTP. Kabel ini memiliki bandwith yang lebar, oleh karena itu dapat digunakan untuk komunikasi broadband. Ada dua buah jenis kabel koaksial, sebagai berikut:

a. Thick Coaxial

Kabel jenis ini digunakan untuk kabel pada instalasi Ethernet antar gedung. Kabel ini dapat menjangkau jarak 500 m bahkan sampai 2500 m dengan memasang repeater.

b. Thin Coaxial

Kabel jenis ini cocok untuk jaringan rumah atau kantor. Kabel ini mirip seperti kabel antenna TV, harganya tidak mahal, dan mudah dipasangnya. Untuk memasangnya, kabel ini menggunakan konektor BNC. Pada jaringan jenis ini, untuk melakukan sambungan ke masing-masing komputer menggunakan konektor T.

Serat Optik

Jaringan yang menggunakan F/O biasanya digunakan pada perusahaan besar. Hal ini disebabkan karena mahal dan pemasangannya sulit. Akan tetapi, jaringan dengan media ini memiliki kehandalan yang sangat baik dan kecepatan yang sangat tinggi ( sekitar 100 Mbps). Keunggulan lainnya adalah bebas dari gangguan lingkungan. Pembahasan mengenai serat optik ini akan dibahas secara lebih rinci pada bagian selanjutnya.


Kabel Telepon

Kabel telepon adalah media yang digunakan untuk LAN beberapa tahun terakhir. Kabel ini biasanya digunakan untuk menghubungkan jaringan antar gedung. Kabel telepon yang digunakan untuk diluar gedung ini biasanya dilengkapi dengan 3 kawat, dimana 2 kawat digunakan untuk penghubung data, sementara yang satu lagi digunakan untuk mencegah agar kawat-kawat tidak putus jika dibentang. Konektor untuk kabel telepon adalah RJ-11.
Continue reading...

Komponen jaringan

Di bawah ini akan dijelaskan lebih rinci beberapa komponen jaringan yang telah disebutkan di atas.

Network Interface Card (NIC)

NIC adalah kartu jaringanyang berupa papan elektronik yang akan dipasang pada setiap komputer yang terhubung pada jaringan. Saat ini, banyak sekali jenis kartu jaringan. Akan tetapi, ada beberapa hal yang perlu diketahui dari kartu jaringan seperti tipe kartu, jenis protokol dan tipe kabel yang didukungnya.


Hub

Hub adalah suatu perangkat yang memiliki banyak port. Hub akan menghubungkan beberapa node (komputer) sehingga akan membentuk suatu jaringan dengan topologi star2. Pada jaringan yang umum, sebuah port akan menghubungkan hub dengan komputer Server. Sementara itu port yang lain digunakan untuk menghubungkan hub dengan node-node.

Penggunaan hub dapat dikembangkan dengan mengaitkan suatu hub ke hub lainnya. Sedangkan dari segi pengelolaannya, HUB dibagi menjadi dua jenis, sebagai berikut:


Hub manageable

Hub jenis ini bisa dikelola dengan software yang ada di bawahnya.


Hub non-managable

Hub jenis ini pengelolaannya dilakukan secara manual.

Hub hanya memungkinkan user untuk berbagi jalur yang sama. Pada jaringan
tersebut, tiap user hanya akan mendapatkan kecepatan dari bandwith yang ada.

Repeater

Repeater hampir sama seperti Hub. Repeater menggunakan topologi bus, yang bekerja memperkuat sinyal agar lalu lintas data dari workstation (client) ke server atau sebaliknya lebih cepat jika jaraknya semakin jauh. Dengan repeater ini, jaringan dan sinyal akan semakin kuat, apalagi jika kabel yang digunakan adalah jenis koaksial.


Bridge (jembatan)

Bridge, sesuai dengan namanya, berfungsi menghubungkan beberapa jaringan yang terpisah, untuk jaringan yang sama maupun berbeda. Bridge memetakan alamat jaringan dan hanya memperbolehkan lalu lintas data yang diperlukan. Ketika menerima sebuah paket, bridge menentukan segmen tujuan dan sumber. Jika segmennya sama, maka paket akan ditolak. Bridge juga dapat mencegah pesan rusak agar tidak menyebar keluar dari suatu segmen.


Switch

Switch dikenal juga dengan istilah LAN switch merupakan perluasan dari bridge. Ada dua buah arsitektur switch, sebagai berikut:

  • Cut through
Kelebihan dari arsitektur switch ini terletak pada kecepatan, karena pada saat sebuah paket datang, switch hanya memperhatikan alamat tujuan sebelum diteruskan ke segmen tujuannya.
  • Store and forwardS

witch ini menerima dan menganalisa seluruh isi paket sebelum meneruskannya ketujuan dan untuknya memerlukan waktu. Keuntungan menggunakan switch adalah karena setiap segmen jaringan memiliki bandwith 10 Mbps penuh, tidak terbagi seperti pada hub.


VDSL

Very high-bit-rate Digital Subscriber Line port merupakan alat yang berguna sebagai converter dari label UTP ke kabel telepon. VDSL biasanya digunakan untuk menghubungkan jaringan LAN yang jaraknya kurang dari 500 meter. Untuk menggunakannya harus sepasang, satu dipasang di Switch atau Hub yang berhubungan dengan server. Sedangkan yang satu lagi, dipasang di Switch atau Hub yang berhubungan dengan client.


Wireless

Ada bermacam-macam merk dan jenis dari wireless. Beberapa notebook sudah memasang wireless secara otomatis. Untuk memanfaatkan wireless yang sudah ada di komputer atau memasang sebagai kartu jaringan, user harus memiliki Hub atau Switch yang ada fasilitas wirelessnya.


Router

Cara kerja router mirip dengan switch dan bridge. Perbedaannya, router adalah penyaring atau filter lalu lintas data. Penyaringan dilakukan dengan menggunakan protokol tertentu. Router bukanlah perangkat fisikal, melainkan logikal. Misalnya sebuah IP router dapat membagi jaringan menjadi beberapa subnet sehingga hanya lalu lintas yang ditujukan untuk IP adress tertentu yang dapat mengalir dari suatu segmen ke segmen lainnya.




Continue reading...
 

About Me

My photo
bantu aq tuk kembangkan ini blog... aq perlu bantuannya untuk tw ap kekuranagn dari blog ini .. tq jangan lupa tuk berkunjung lg ...

Mengenal IT dan Komputer Copyright © 2009 Not Magazine 4 Column is Designed by Ipietoon Sponsored by Dezigntuts